Daftar Isi

Bagikan:

Jangan Salah, Ini Perbedaan Utama Scrum dan Sprint

Jangan Salah  Ini Perbedaan Utama Scrum Dan Sprint
Jawaban singkat

Perbedaan utama antara Scrum dan Sprint adalah bahwa Scrum adalah kerangka kerja yang lebih luas untuk manajemen proyek, sedangkan Sprint adalah salah satu event dalam kerangka tersebut.

Jawaban Singkat

ClickUp partner enterprise membantu perusahaan merancang dan menjalankan implementasi ClickUp skala besar, dari pemetaan proses hingga tata kelola workspace, migrasi, integrasi, training, dan evaluasi. Dukungan yang tepat menyesuaikan kompleksitas kerja lintas tim, sistem yang digunakan, risiko perubahan, serta kebutuhan perusahaan—bukan hanya jumlah pengguna atau fitur.

Scrum dan Sprint merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam pengelolaan project, terutama pada tim yang menerapkan pendekatan Agile. Karena selalu disebut secara bersamaan, keduanya sering dianggap memiliki pengertian yang sama. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap Scrum dan Sprint sebagai dua metode berbeda.

Padahal, Scrum merupakan kerangka kerja, sedangkan Sprint adalah salah satu bagian di dalamnya. Perbedaan ini penting dipahami agar tim tidak sekadar membagi pekerjaan ke dalam periode singkat, tetapi juga mengetahui tujuan dan proses yang perlu dijalankan.

Lantas, apa saja perbedaan utama Scrum dan Sprint? Bagaimana Sprint sebenarnya berjalan dalam kerangka Scrum?

Perbedaan Utama Scrum dan Sprint

Berdasarkan Scrum Guide 2020, Scrum merupakan kerangka kerja ringan yang membantu orang, tim, dan organisasi menghasilkan nilai melalui solusi adaptif untuk masalah yang kompleks. Scrum menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental agar tim dapat memeriksa hasil, memperoleh pembelajaran, dan melakukan penyesuaian secara berkala.

Scrum memiliki cakupan yang cukup luas. Di dalamnya terdapat tiga accountabilities, yaitu Product Owner, Scrum Master, dan Developers. Scrum juga memiliki tiga artifacts berupa Product Backlog, Sprint Backlog, dan Increment serta lima events yang digunakan untuk menjaga proses inspeksi dan adaptasi.

Sementara itu, Sprint merupakan salah satu event dalam Scrum. Sprint menjadi periode ketika Scrum Team mengerjakan pilihan pekerjaan dari Product Backlog untuk menghasilkan Increment dan mencapai Sprint Goal.

Dengan demikian, Scrum dan Sprint bukan dua metode yang dapat digunakan secara terpisah. Scrum adalah kerangka kerjanya, sedangkan Sprint menjadi siklus kerja yang berlangsung di dalam kerangka tersebut.

Baca juga:  Dari Visi ke Kemenangan: Strategi Produktivitas ClickUp Summit 2023

Berikut ringkasan perbedaannya:

Aspek Scrum Sprint
Pengertian Kerangka kerja untuk menangani masalah kompleks Event atau siklus kerja dalam Scrum
Cakupan Accountabilities, events, artifacts, nilai, dan aturan Seluruh pekerjaan untuk mencapai Sprint Goal
Durasi Tidak memiliki batas penerapan tertentu Satu bulan atau kurang
Tujuan Menghasilkan nilai melalui solusi adaptif Menghasilkan Increment dan mencapai Sprint Goal
Posisi Kerangka kerja utama Salah satu bagian dalam Scrum
Hasil Proses kerja yang iteratif dan adaptif Increment yang memenuhi Definition of Done

Perbedaan durasi juga menjadi hal penting. Scrum dapat terus diterapkan selama tim masih mengembangkan produk atau menyelesaikan masalah kompleks. Sebaliknya, Sprint mempunyai durasi tetap selama satu bulan atau kurang.

Tim dapat memilih Sprint selama satu, dua, tiga, atau empat minggu sesuai kebutuhan. Jadi, anggapan bahwa Sprint harus selalu berlangsung selama dua minggu tidak sepenuhnya tepat. Setelah satu Sprint berakhir, Sprint berikutnya dimulai tanpa jeda formal.

Baca Juga: Perbedaan Kanban Vs Scrum Pada Metode Agile Development

Bagaimana Sprint Berjalan dalam Kerangka Scrum?

Sprint bukan hanya periode untuk mengejar penyelesaian sejumlah task. Scrum.org menjelaskan bahwa Sprint menjadi wadah bagi seluruh pekerjaan yang dilakukan Scrum Team untuk mencapai Sprint Goal. Sprint Planning, Daily Scrum, Sprint Review, dan Sprint Retrospective berlangsung di dalam periode tersebut.

Secara sederhana, berikut alur Sprint dalam kerangka Scrum.

Sprint Planning

Setiap Sprint dimulai dengan Sprint Planning. Dalam event ini, Scrum Team membahas mengapa Sprint tersebut penting, pekerjaan apa yang dapat diselesaikan, dan bagaimana pekerjaan akan dilakukan.

Product Owner memastikan Product Backlog sudah tersusun berdasarkan prioritas. Developers kemudian memilih Product Backlog Items yang dinilai dapat diselesaikan dan menyusun rencana pengerjaannya dalam Sprint Backlog.

Tim juga menetapkan Sprint Goal sebagai tujuan bersama. Sprint Goal membantu anggota tim tetap fokus meskipun detail pekerjaan dapat berubah setelah memperoleh informasi baru.

Pelaksanaan Pekerjaan dan Daily Scrum

Setelah perencanaan selesai, Developers mengerjakan Sprint Backlog untuk menghasilkan Increment. Mereka dapat menyesuaikan rencana selama tidak membahayakan Sprint Goal dan tidak menurunkan kualitas hasil pekerjaan.

Baca juga:  Tahapan Metode Agile: Proses, Contoh, dan Cara Kerjanya

Setiap hari selama Sprint, Developers mengadakan Daily Scrum selama maksimal 15 menit. Event ini digunakan untuk memeriksa kemajuan menuju Sprint Goal dan menyesuaikan rencana pekerjaan berikutnya.

Daily Scrum bukan sekadar rapat untuk melaporkan pekerjaan kepada atasan. Fokus utamanya adalah membantu Developers berkoordinasi dan menentukan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan Sprint.

Sprint Review

Menjelang akhir Sprint, Scrum Team mengadakan Sprint Review bersama pemangku kepentingan. Tim memeriksa Increment yang telah dihasilkan dan membahas perubahan yang terjadi pada kondisi bisnis, pengguna, atau produk.

Masukan yang diperoleh dapat memengaruhi Product Backlog dan menentukan prioritas selanjutnya. Dengan demikian, Sprint Review bukan hanya sesi presentasi hasil, tetapi juga ruang untuk memperoleh feedback dan menentukan langkah berikutnya.

Sprint Retrospective

Sprint Retrospective menjadi event terakhir dalam Sprint. Fokusnya bukan lagi pada hasil produk, melainkan pada cara kerja tim.

Scrum Team mengevaluasi komunikasi, proses, tools, interaksi, serta hambatan yang terjadi selama Sprint. Tim kemudian menentukan perbaikan yang dapat diterapkan agar Sprint berikutnya berjalan lebih efektif.

Setelah Retrospective berakhir, Sprint baru segera dimulai. Siklus ini membuat tim dapat terus menghasilkan nilai sekaligus memperbaiki cara kerjanya secara bertahap.

Baca Juga: Ubah Proses Lama Jadi Sprint Onboarding 3 Hari dengan ClickUp

Kesalahan Memahami Scrum dan Sprint

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap Sprint sebagai metode yang terpisah dari Scrum. Padahal, Sprint merupakan event utama yang menjadi wadah bagi seluruh pekerjaan Scrum Team. Kesalahan lainnya adalah menjadikan Sprint hanya sebagai deadline untuk menyelesaikan sebanyak mungkin task. Cara ini dapat membuat tim lebih fokus pada jumlah pekerjaan daripada nilai yang ingin dihasilkan.

Dalam Scrum, setiap Sprint harus memiliki Sprint Goal. Pekerjaan yang dipilih dari Product Backlog perlu mendukung tujuan tersebut. Hasilnya juga harus berupa Increment yang memenuhi Definition of Done agar dapat dianggap selesai. Kesalahan berikutnya adalah menyamakan Sprint dengan Sprint Planning. Sprint Planning hanya menjadi event pembuka, sedangkan Sprint mencakup seluruh periode kerja hingga Sprint Review dan Sprint Retrospective selesai.

Tim juga belum tentu menerapkan Scrum hanya karena mengadakan rapat harian atau membagi pekerjaan ke dalam periode dua minggu. Penerapan Scrum membutuhkan accountabilities, events, artifacts, dan nilai yang saling mendukung.

Baca juga:  Maksimalkan Produktivitas dengan AI & Otomatisasi Workflow di ClickUp

Scrum pun tidak terbatas pada pengembangan software. Scrum Guide menyebutkan bahwa penggunaannya telah berkembang ke berbagai pekerjaan kompleks, termasuk penelitian, analisis, dan bidang spesialis lainnya.

Kesimpulan

Scrum dan Sprint memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan, tetapi keduanya memiliki arti berbeda. Scrum merupakan kerangka kerja yang mencakup accountabilities, events, artifacts, nilai, dan aturan. Sementara itu, Sprint merupakan siklus kerja selama satu bulan atau kurang untuk menghasilkan Increment dan mencapai Sprint Goal.

Memahami perbedaan tersebut membantu tim menerapkan Scrum secara lebih tepat. Tim tidak hanya membagi pekerjaan berdasarkan waktu, tetapi juga menjalankan perencanaan, pemantauan, evaluasi hasil, dan perbaikan proses secara konsisten.

Untuk mendukung penerapannya, ClickUp dapat digunakan untuk mengelola Product Backlog, Sprint Backlog, Sprint Goal, prioritas, penanggung jawab, dan perkembangan setiap task dalam satu workspace.

Namun, setiap tim mempunyai proses kerja dan kebutuhan project yang berbeda. Jika Anda masih kesulitan menerjemahkan kerangka Scrum ke dalam workspace, Mimosatree hadir sebagai ClickUp consultant terbaik di Indonesia  yang dapat membantu menciptakan workflow Scrum menggunakan ClickUp yang sesuai dengan kebutuhan tim. Dengan konfigurasi yang tepat, setiap Sprint dapat direncanakan, dipantau, dan dievaluasi secara lebih terstruktur.

Apa perbedaan utama Scrum dan Sprint?

Scrum merupakan kerangka kerja yang mencakup accountabilities, events, artifacts, nilai, dan aturan. Sementara itu, Sprint adalah event atau siklus kerja di dalam Scrum yang digunakan untuk menghasilkan Increment dan mencapai Sprint Goal.

Berapa lama durasi Sprint dalam Scrum?

Berdasarkan Scrum Guide, satu Sprint berlangsung selama satu bulan atau kurang. Tim dapat menggunakan durasi satu, dua, tiga, atau empat minggu sesuai kebutuhan, tetapi durasinya sebaiknya konsisten.

Apakah membagi pekerjaan menjadi Sprint berarti sudah menerapkan Scrum?

Belum tentu. Penerapan Scrum juga membutuhkan Product Owner, Scrum Master, Developers, Product Backlog, Sprint Backlog, Increment, serta rangkaian event seperti Sprint Planning, Daily Scrum, Sprint Review, dan Sprint Retrospective.

 

Butuh bantuan implementasi ClickUp?

Konsultasikan kebutuhan tim Anda langsung dengan Partner Resmi ClickUp Indonesia.

  • Lisensi resmi ClickUp
  • Setup workspace sesuai alur kerja tim
  • Training dan support Bahasa Indonesia
Minta Demo ClickUp Gratis, tanpa komitmen

Bagikan:

Konsultasi ClickUp Gratis

Ceritakan kebutuhan tim Anda, kami bantu dari lisensi, setup, sampai training.

Isi Form Sekarang Partner Resmi ClickUp Indonesia
Masih Mau Jalan Sendirian ?

Rimba House adalah teman Anda dalam menjalankan bisnis

Ada yang bisa kami bantu? 👋