Daftar Isi

Bagikan:

Mengenal Timesheet Pada Manajemen Proyek

Pondasi keberhasilan sebuah proyek tentunya dimulai dengan pengelolaan waktu yang efektif. Tanpa sistem pencatatan waktu yang transparan, bisa berisiko menciptakan distribusi beban kerja yang tidak merata, menghambat produktivitas tim, dan menyebabkan ketidakseimbangan antara target dan kemampuan eksekusi.

Di titik inilah timesheet sering kali digunakan untuk menyediakan data akurat yang menjadi landasan pengambilan keputusan, baik terkait alokasi sumber daya, estimasi biaya, maupun prioritas tugas selama pelaksanaan proyek. 

Apa Itu Timesheet? 

Timesheet adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat waktu yang dihabiskan oleh seseorang dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan dalam proyek. Biasanya, timesheet berisi kolom-kolom yang berguna untuk mencatat berbagai informasi terkait waktu, baik itu jam mulai, jam selesai, durasi, dan deskripsi aktivitas yang dilakukan.

Jika pada manajemen proyek, timesheet sering kali digunakan untuk memantau penggunaan waktu dalam pengerjaan sebuah proyek tertentu. Dengan demikian, adanya timesheet ini seringkali didefinisikan sebagai alat pengukur waktu yang penting untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 

Mengapa Timesheet Penting Dalam Manajemen Proyek? 

Melalui adanya timesheet, maka pengelolaan waktu Anda akan menjadi lebih baik. Tak hanya itu saja, penggunaan timesheet juga bermanfaat sebagai berikut:

1. Pengelolaan Waktu

Melalui adanya timesheet, manajer proyek akan dapat dengan mudah untuk mengelola waktu tim dalam menyelesaikan berbagai tugas. Sebab, nantinya timesheet memungkinkan untuk memonitor waktu yang dihabiskan oleh setiap anggota tim dalam setiap pengerjaan proyek.

Sehingga, manajer proyek dapat memastikan bahwa setiap anggota tim dapat memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan, serta mengidentifikasi tugas mana yang memerlukan lebih banyak waktu atau yang memiliki prioritas tertentu. 

2. Informasi Mengenai Kinerja 

Tak hanya sebatas pengelola waktu saja, tetapi timesheet sering kali menampilkan informasi kinerja. Dengan demikian, project manager dapat melihat seberapa efektif anggota tim dalam menyelesaikan tugas-tugas yang telah menjadi to-do.

Terutama, timesheet memungkinkan untuk menganalisis produktivitas setiap individu dan mengidentifikasi apakah mereka bekerja sesuai dengan ekspektasi yang telah ditentukan. 

3. Pembagian Beban Kerja

Karena timesheet dapat memberikan informasi mengenai kinerja, itu artinya project manager dapat dengan mudah untuk mengetahui waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, nantinya manajer proyek dapat menganalisis beban kerja setiap anggota tim dan menentukan apakah beban kerja tersebut seimbang atau tidak. 

Jika seorang anggota tim menghabiskan lebih banyak waktu pada suatu tugas dibandingkan dengan rekan-rekannya, manajer proyek dapat segera mendistribusikan ulang beban kerja untuk memastikan tidak ada yang terlalu terbebani.

4. Peningkatan Akuntabilitas

Timesheet juga membantu dalam meningkatkan akuntabilitas dalam proyek. Sebab, timesheet biasanya akan mencatat secara rinci waktu yang telah dihabiskan dalam penyelesaian tugas yang diberikan. 

Melalui catatan inilah yang akan membantu project manager untuk memastikan bahwa setiap anggota tim bertanggung jawab atas pekerjaan yang mereka lakukan.

5. Transparansi Proyek

Karena semua aktivitas pengerjaan tugas akan tercatat pada timesheet, maka akan meningkatkan transparansi proyek. Sebab, setiap langkah dan waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan tugas akan tercatan dengan jelas. 

Dengan demikian, manajer proyek dan semua pihak yang terkait dapat melihat progress secara real-time. Selain itu, melalui transparansi inilah semua hambatan sejak dini dan mengidentifikasi masalah dapat mudah ditemukan.

Baca juga:  Isu Manajemen Waktu: Banyak Orang Gagal Mengatur Jadwal?

Jenis-jenis Timesheet yang Biasanya Digunakan oleh Perusahaan

Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam mengelola waktu kerja karyawan, tergantung pada kebutuhan perusahaan. Berikut adalah jenis-jenis timesheet yang perlu diketahui:

1. Timesheet Manual

Salah satu jenis dari timesheet adalah timesheet manual. Walaupun bersifat tradisional, timesheet ini akan mencatat waktu kerja karyawan dengan cara yang cukup sederhana, yakni melalui pencatatan tangan di lembaran kertas atau formulir yang disediakan. Karyawan akan mencatat jam mulai, jam selesai, serta deskripsi aktivitas atau tugas yang dilakukan pada hari tersebut.

2. Timsheet Berbasis Spreadsheet

Jenis selanjutnya yaitu timesheet berbasis spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets yang akan mencatatnya secara lebih digital. Sebab, dengan penggunaan tabel digital, karyawan akan mencatat waktu kerja yang lebih terstruktur dan mudah diakses. Spreadsheet memungkinkan pencatatan waktu yang lebih rapi, dengan kolom-kolom yang jelas untuk jam mulai, jam selesai, durasi, dan deskripsi tugas yang dilakukan.

3. Timesheet Berbasis Aplikasi

Timesheet berbasis aplikasi adalah jenis timesheet yang menggunakan perangkat lunak atau aplikasi manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau ClickUp, yang sudah dilengkapi dengan fitur pelacakan waktu. Melalui penggunaan aplikasi ini karyawan cukup untuk mengisi waktu mereka melalui aplikasi, yang memungkinkan pencatatan waktu lebih mudah dan efisien.

4. Timesheet Berbasi  Cloud

Walaupun terlihat sama seperti aplikasi, timesheet berbasis cloud ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal aksesibilitas dan penyimpanan data. Timesheet berbasis cloud memungkinkan karyawan dan manajer proyek untuk mengakses dan memperbarui data secara real-time, dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet, tanpa terikat oleh lokasi atau perangkat tertentu.

5. Timesheet Mobile

Timesheet mobile pada dasarnya merupakan aplikasi berbasis seluler yang memungkinkan karyawan untuk melacak waktu kerja mereka langsung dari smartphone yang dimiliki. Hal ini sangat berguna untuk perusahaan dengan pekerja lapangan atau yang bekerja di lokasi yang berbeda-beda. 

 

Bagaimana Cara Kerja Timesheet dalam Proyek Tertentu?

Pada dasarnya, cara kerja timesheet sangatlah sederhana namun efektif dalam mendukung produktivitas. Berikut adalah tahapan yang umumnya ada pada sebuah timesheet:

1. Pencatat Waktu

Setiap anggota tim harus mencatat waktu yang mereka habiskan pada berbagai tugas dalam proyek, baik itu secara manual atau menggunakan aplikasi timesheet. Biasanya, ini melibatkan pencatatan jam mulai dan selesai untuk setiap tugas.

2. Pengumpulan Data

Setelah anggota tim mengisi timesheet mereka, data tersebut dikumpulkan dan dianalisis oleh manajer proyek untuk melihat berapa banyak waktu yang dihabiskan pada setiap aktivitas.

3. Penggunaan Data untuk Pengambilan Keputusan

Data dari timesheet digunakan untuk memantau perkembangan proyek, mengevaluasi alokasi waktu, dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Misalnya, jika ada aktivitas yang memakan lebih banyak waktu dari yang diperkirakan, manajer proyek dapat mempertimbangkan untuk menambah sumber daya atau memperpanjang tenggat waktu.

4. Laporan Keuangan

Timesheet juga digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan untuk setiap fase proyek. Ini membantu dalam pengelolaan anggaran proyek secara keseluruhan.

Kapan Timesheet Digunakan?

Setelah mengetahui pengertian, manfaat, dan jenis dari timesheet, pastinya menimbulkan pertanyaan, kapan timesheet digunakan pada sebuah proyek? Timesheet digunakan pada berbagai tahap dalam proyek untuk memastikan pengelolaan waktu dan sumber daya yang efisien. Berikut adalah tahapan penting yang sering kali digunakan pada saat manajemen proyek:

1. Pada Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan proyek, timesheet digunakan untuk mengestimasi jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas. Estimasi ini sangat penting untuk perencanaan anggaran dan pengalokasian sumber daya.

2. Selama Implementasi Proyek

Selama implementasi, timesheet digunakan untuk memonitor kemajuan proyek. Ini memastikan bahwa setiap anggota tim bekerja sesuai dengan rencana, serta memungkinkan manajer untuk menyesuaikan jadwal atau sumber daya jika ada keterlambatan atau perubahan.

3. Pada Penutupan Proyek

Pada tahap penutupan proyek, timesheet digunakan untuk menganalisis berapa banyak waktu yang benar-benar digunakan, apakah sesuai dengan anggaran, dan apakah ada area yang bisa diperbaiki untuk proyek-proyek berikutnya.

Kesimpulan

Timesheet adalah sebuah tools yang digunakan untuk mengukur waktu dalam menyelesaikan suatu tugas tertentu. Dengan kata lain, adanya timesheet memungkinkan pencatatan waktu yang lebih terstruktur dan terorganisir, sehingga memudahkan manajer proyek dalam memantau progres dan kinerja tim.

Untuk memudahkan penerapan timesheet dalam manajemen proyek, Anda dapat menggunakan ClickUp sebagai salah satu project management tools yang dapat mencatat waktu secara otomatis. Namun, jika Anda kesulitan dalam mengimplementasikan timesheet pada ClickUp, Anda dapat berkonsultasi dengan Mimosatree sebagai ClickUp Consultant terbaik di Indonesia.

Dengan berkonsultasi, Anda akan dibantu untuk mengoptimalkan penggunaan timesheet dan fitur-fitur lainnya dalam platform tersebut.

Yuk konsultasikan penggunaan ClickUp bersama Mimosatree.id

 

Bagikan:

Masih Mau Jalan Sendirian ?

Rimba House adalah teman Anda dalam menjalankan bisnis