Surat tagihan pembayaran jasa digunakan untuk meminta pelanggan atau pihak lain menyelesaikan kewajiban pembayaran atas jasa yang telah diberikan.
Dokumen ini biasanya memuat identitas perusahaan, rincian jasa, nominal tagihan, tanggal jatuh tempo, serta informasi pembayaran.
Surat tagihan dapat dikirim bersama invoice atau digunakan sebagai surat penagihan ketika pembayaran belum diterima sesuai kesepakatan.
Apa Itu Surat Tagihan Pembayaran Jasa?
Surat tagihan pembayaran jasa adalah dokumen resmi yang dibuat penyedia jasa untuk menagih pembayaran kepada pelanggan berdasarkan pekerjaan atau layanan yang telah diberikan.
Berbeda dengan invoice yang berfungsi sebagai dokumen rincian transaksi dan nominal yang harus dibayar, surat tagihan dapat digunakan untuk menegaskan permintaan pembayaran, terutama ketika pembayaran sudah mendekati atau melewati jatuh tempo.
Beberapa informasi yang umumnya dicantumkan meliputi:
- Nomor surat atau referensi tagihan.
- Identitas perusahaan dan pelanggan.
- Deskripsi jasa atau pekerjaan.
- Nomor invoice jika tersedia.
- Total pembayaran.
- Tanggal penerbitan.
- Tanggal jatuh tempo.
- Rekening atau metode pembayaran.
- Kontak yang dapat dihubungi.
Contoh Surat Tagihan Pembayaran Jasa
Berikut contoh surat yang dapat digunakan perusahaan ketika ingin menagih pembayaran atas jasa yang telah diselesaikan.
PT Mimosa Tree
Jl. Contoh No. 10, Jakarta
Email: finance@maj digital.co.id
Nomor: 015/MTG/MDI/VIII/2026
Perihal: Tagihan Pembayaran Jasa
Yth.
Bapak/Ibu Finance PT Cherry Tree
di tempat
Dengan hormat,
Berdasarkan pekerjaan jasa pengembangan dan pemeliharaan website perusahaan yang telah kami selesaikan sesuai dengan kesepakatan, bersama surat ini kami menyampaikan tagihan pembayaran dengan rincian sebagai berikut:
| Keterangan | Detail |
| Jasa |
Pengembangan dan pemeliharaan website
|
| Nomor Invoice |
INV/MDI/0826/015
|
| Nilai Tagihan | Rp15.000.000 |
| Tanggal Invoice | 1 Agustus 2026 |
| Jatuh Tempo | 15 Agustus 2026 |
Sampai dengan surat ini diterbitkan, pembayaran atas invoice tersebut belum kami terima.
Kami mohon agar pembayaran sebesar Rp15.000.000 dapat diselesaikan sesuai informasi tagihan di atas.
Pembayaran dapat dilakukan melalui:
Bank: Bank ABC
No. Rekening: 1234567890
Atas Nama: PT MimosaTree
Apabila pembayaran telah dilakukan, mohon mengirimkan bukti pembayaran kepada bagian keuangan kami. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi [nomor kontak/email].
Demikian surat tagihan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT MimosaTree
[Nama Penanggung Jawab]
Finance Manager
Contoh Surat Penagihan Pembayaran Proyek
Penagihan proyek biasanya perlu mencantumkan pekerjaan yang menjadi dasar pembayaran. Hal ini penting terutama ketika pembayaran dilakukan berdasarkan termin.
Contohnya:
Perihal: Penagihan Pembayaran Termin II Proyek
Yth. Bapak/Ibu [Nama Penerima],
Berdasarkan perjanjian kerja sama proyek [Nama Proyek], kami mengajukan tagihan pembayaran Termin II dengan rincian:
- Nilai kontrak: Rp100.000.000
- Termin II: 30%
- Nilai tagihan: Rp30.000.000
- Nomor invoice: INV/XXX/2026
- Jatuh tempo: [tanggal]
Pekerjaan pada tahap tersebut telah diselesaikan sesuai dengan ruang lingkup yang disepakati.
Kami mohon pembayaran dapat dilakukan paling lambat pada tanggal jatuh tempo yang tercantum di atas.
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Contoh Surat Tagihan Pembayaran Perusahaan
Untuk kebutuhan perusahaan, surat tagihan sebaiknya menggunakan kop surat dan nomor dokumen agar mudah dicatat oleh bagian finance.
Format sederhananya:
[KOP SURAT PERUSAHAAN]
Nomor: [Nomor Surat]
Lampiran: [Jumlah Lampiran]
Perihal: Tagihan Pembayaran
Yth.
[Nama Perusahaan/Pelanggan]
Dengan hormat,
Sehubungan dengan layanan [nama jasa] yang telah kami berikan berdasarkan [perjanjian/kontrak/PO], kami menyampaikan tagihan pembayaran dengan rincian:
Nomor Invoice: [Nomor Invoice]
Tanggal Invoice: [Tanggal]
Total Tagihan: Rp[Nominal]
Jatuh Tempo: [Tanggal]
Kami mohon pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Demikian surat tagihan ini kami sampaikan. Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin.
Hormat kami,
[Nama Perusahaan]
[Nama dan Jabatan]
Contoh Surat Penagihan Invoice Jatuh Tempo
Ketika invoice sudah melewati tanggal pembayaran, bahasa surat sebaiknya tetap profesional dan tidak langsung bernada menekan.
Perihal: Penagihan Invoice Jatuh Tempo
Yth. Bapak/Ibu [Nama],
Kami ingin mengingatkan bahwa invoice [Nomor Invoice] sebesar Rp[Nominal] yang diterbitkan pada [tanggal] telah melewati tanggal jatuh tempo pada [tanggal].
Berdasarkan catatan administrasi kami, sampai saat ini pembayaran tersebut belum kami terima.
Kami mohon pembayaran dapat segera diselesaikan. Apabila pembayaran telah dilakukan, mohon mengirimkan bukti transaksi kepada kami agar dapat dilakukan pengecekan.
Apabila terdapat kendala terkait pembayaran tersebut, silakan menghubungi bagian finance kami melalui [kontak].
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Hormat kami,
[Nama Perusahaan]
Contoh Surat Penagihan Pembayaran DOC dan Word
Jika perusahaan membutuhkan contoh surat penagihan pembayaran DOC atau contoh surat penagihan pembayaran invoice Word, format surat di atas dapat disalin ke Microsoft Word kemudian disesuaikan dengan identitas perusahaan.
Sebaiknya template memiliki bagian yang dapat diubah dengan mudah, seperti:
- Nama pelanggan.
- Nomor invoice.
- Jenis jasa.
- Nilai tagihan.
- Tanggal invoice.
- Jatuh tempo.
- Status pembayaran.
- Rekening pembayaran.
Untuk penggunaan berulang, perusahaan tidak perlu membuat surat penagihan dari awal. Template dapat disimpan sebagai dokumen standar dan digunakan setiap kali terdapat tagihan yang perlu dikirim.
Contoh Surat Penagihan Hutang
Jika pembayaran sudah melewati jatuh tempo dan masuk dalam kategori kewajiban yang belum diselesaikan, surat penagihan dapat dibuat lebih tegas tetapi tetap profesional.
Perihal: Penagihan Kewajiban Pembayaran
Yth. Bapak/Ibu [Nama],
Berdasarkan catatan administrasi kami, terdapat kewajiban pembayaran sebesar Rp[Nominal] berdasarkan invoice [Nomor Invoice] yang telah jatuh tempo pada [Tanggal].
Sampai dengan tanggal surat ini diterbitkan, kami belum menerima pembayaran atas kewajiban tersebut.
Kami meminta agar pembayaran dapat diselesaikan paling lambat [tanggal]. Apabila terdapat kendala atau perbedaan informasi mengenai tagihan tersebut, mohon segera menghubungi kami untuk dilakukan pengecekan bersama.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Hormat kami,
[Nama Perusahaan]
Perbedaan Invoice dan Surat Tagihan
Invoice dan surat tagihan sering digunakan secara bersamaan, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Invoice merupakan dokumen yang mencatat rincian transaksi, jasa atau barang, jumlah yang harus dibayar, serta ketentuan pembayaran.
Sementara itu, surat tagihan berfungsi sebagai pemberitahuan atau permintaan pembayaran. Surat ini dapat dikirim ketika invoice baru diterbitkan, mendekati jatuh tempo, maupun setelah pembayaran melewati jatuh tempo.
Dalam praktik perusahaan, keduanya dapat menjadi bagian dari satu alur penagihan:
Pekerjaan selesai → invoice diterbitkan → invoice dikirim → pengingat pembayaran → surat tagihan → pembayaran diterima → status transaksi diperbarui.
Hal terpenting adalah mencantumkan identitas pihak yang ditagih, dasar tagihan, nomor invoice, nominal pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan instruksi pembayaran.
Untuk perusahaan yang menangani banyak transaksi, proses penagihan juga perlu dikelola sebagai workflow. Dengan begitu, pembuatan invoice, pengingat jatuh tempo, penagihan, hingga konfirmasi pembayaran dapat berjalan lebih teratur dan mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.




