Bedanya Histogram dan Diagram Batang, Lengkap dengan Contohnya

Histogram Dan Diagram Batang

Sekilas, histogram dan diagram batang terlihat hampir sama karena sama-sama menggunakan batang untuk menyajikan data. Namun, keduanya digunakan untuk jenis data yang berbeda. Bedanya histogram dan diagram batang terletak pada jenis data dan cara penyajiannya. Histogram digunakan untuk menunjukkan distribusi data numerik yang biasanya dikelompokkan ke dalam interval, sedangkan diagram batang digunakan untuk membandingkan nilai dari beberapa kategori. Agar lebih mudah membedakannya, perhatikan contoh berikut. Bedanya Histogram dan Diagram Batang Perbedaan histogram dan diagram batang dapat dilihat dari beberapa aspek berikut: Aspek Histogram Diagram Batang Jenis Data Data numerik / kuantitatif Data kategori Tujuan Melihat distribusi data Membandingkan antar kategori Sumbu X Interval atau kelas data Nama kategori Jarak Antar Batang Umumnya tidak ada jarak Ada jarak pemisah Urutan Data Mengikuti urutan nilai matematis Bebas / tidak harus berurutan Contoh Distribusi usia siswa Jumlah siswa berdasarkan kelas Ciri paling mudah: batang histogram biasanya saling berdempetan, sedangkan batang pada diagram batang memiliki jarak. Contoh Histogram Misalnya terdapat data nilai ujian 40 siswa. Data tersebut kemudian dikelompokkan menjadi beberapa interval: 50–59: 3 siswa 60–69: 7 siswa 70–79: 12 siswa 80–89: 10 siswa 90–99: 8 siswa Data tersebut dapat dibuat menjadi histogram karena yang ingin diketahui adalah distribusi nilai siswa berdasarkan interval tertentu. Secara sederhana, bentuknya seperti ini: Histogram Distribusi Nilai Siswa 3 7 12 10 8 50–59 60–69 70–79 80–89 90–99 Interval Nilai Siswa Karena interval nilai tersebut merupakan data numerik yang berurutan, penyajiannya menggunakan histogram. Contoh Diagram Batang Sekarang gunakan data yang berbeda. Sebuah toko ingin mengetahui jumlah produk yang terjual selama satu hari: Buku: 25 Pulpen: 40 Pensil: 30 Penghapus: 15 Data tersebut lebih tepat menggunakan diagram batang karena Buku, Pulpen, Pensil, dan Penghapus merupakan kategori yang ingin dibandingkan. Penjualan Produk Harian (Diagram Batang) 25 40 30 15 Buku Pulpen Pensil Penghapus Kategori Produk Perhatikan bahwa setiap kategori berdiri sendiri dan terdapat ruang di antara batang. Gambar Histogram dan Diagram Batang: Apa yang Harus Diperhatikan? Histogram (Nilai Ujian) Ciri: Batang menempel (menunjukkan data kontinu) 3 7 12 10 8 50-59 60-69 70-79 80-89 90-99 Rentang Nilai (Interval) Diagram Batang (Penjualan Produk) Ciri: Ada jarak/celah (menunjukkan data kategori terpisah) 25 40 30 15 Buku Pulpen Pensil Penghapus Kategori Barang Jika melihat gambar histogram dan diagram batang secara berdampingan, perbedaan visualnya sebenarnya cukup mudah dikenali. Histogram: Batang saling berdempetan. Sumbu horizontal menunjukkan interval atau kelas. Digunakan untuk melihat persebaran data. Semakin tinggi batang, semakin banyak data pada interval tersebut. Diagram batang: Batang memiliki jarak. Sumbu horizontal biasanya menunjukkan kategori. Digunakan untuk membandingkan beberapa kategori. Tinggi batang menunjukkan nilai masing-masing kategori. Jadi, jangan hanya melihat bentuk batangnya. Lihat apa yang ditampilkan pada sumbu horizontalnya. Jika berupa rentang nilai seperti 10–19, 20–29, dan 30–39, kemungkinan besar itu histogram. Jika berupa kategori seperti Produk A, Produk B, dan Produk C, itu diagram batang. Kapan Menggunakan Histogram dan Diagram Batang? Cara sederhana untuk menentukan jenis diagram yang digunakan adalah dengan melihat pertanyaan yang ingin dijawab. Gunakan histogram jika ingin mengetahui: “Bagaimana persebaran data tersebut?” Contohnya adalah distribusi nilai ujian, tinggi badan, berat badan, usia, atau waktu tempuh. Gunakan diagram batang jika ingin mengetahui: “Kategori mana yang memiliki nilai paling besar atau paling kecil?” Contohnya adalah jumlah penjualan berdasarkan produk, jumlah siswa berdasarkan kelas, atau jumlah pelanggan berdasarkan jenis layanan. Dengan kata lain, histogram lebih berfokus pada distribusi, sedangkan diagram batang lebih berfokus pada perbandingan. Perbedaan Diagram Garis dan Poligon Selain histogram dan diagram batang, ada bentuk penyajian data lain yang sering muncul dalam materi statistika, yaitu diagram garis dan poligon. Diagram garis digunakan untuk menunjukkan perubahan nilai berdasarkan urutan tertentu, terutama data yang memiliki hubungan waktu. Misalnya perkembangan penjualan dari Januari hingga Juni. Sementara itu, diagram poligon atau poligon frekuensi digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dengan menghubungkan titik-titik yang mewakili frekuensi setiap kelas. Perbedaannya dapat diringkas seperti berikut: Aspek Pembeda Diagram Garis (Line Chart) Poligon Frekuensi Bentuk Visual Ujung Mengambang bebas di titik awal dan titik akhir data Wajib ditutup ke garis sumbu X (nilai 0) pada kelas imajiner Sumbu X (Horizontal) Satuan waktu/kronologis (hari, bulan, tahun) Nilai titik tengah (midpoint) interval kelas Jenis / Sifat Data Data deret waktu (time series) diskrit/kontinu Distribusi frekuensi data kelompok berkelanjutan Tujuan Utama Melihat kenaikan/penurunan tren dari waktu ke waktu Melihat sebaran konsentrasi data dan bentuk kurva frekuensi Luas Area Tidak memiliki makna kuantitatif tertutup Membentuk bidang tertutup yang luasnya sama dengan total histogram Apa Itu Diagram Poligon? Diagram poligon dalam konteks statistika biasanya merujuk pada poligon frekuensi. Misalnya terdapat interval nilai: 50–59 60–69 70–79 80–89 Masing-masing interval memiliki frekuensi. Nilai tengah dari setiap interval kemudian digunakan sebagai titik pada grafik. Titik tersebut dihubungkan sehingga membentuk garis naik dan turun. Poligon frekuensi berguna ketika ingin melihat bentuk distribusi data sekaligus membandingkan distribusi dari dua kelompok atau lebih. Ogive Adalah Grafik Frekuensi Kumulatif Ogive adalah grafik yang digunakan untuk menunjukkan frekuensi kumulatif. Berbeda dengan histogram yang menunjukkan frekuensi pada masing-masing interval, ogive menunjukkan jumlah data yang terakumulasi sampai batas tertentu. Contohnya, jika terdapat data nilai siswa, ogive dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti: Berapa siswa yang memiliki nilai kurang dari 70? Berapa siswa yang memiliki nilai kurang dari 80? Berapa banyak data yang berada di bawah batas tertentu? Karena menggunakan frekuensi kumulatif, bentuk ogive biasanya berupa kurva atau garis yang bergerak naik. Bagaimana dengan Diagram Lingkaran? Diagram lingkaran digunakan untuk menunjukkan perbandingan bagian terhadap keseluruhan data. Misalnya sebuah survei menunjukkan pilihan transportasi 100 orang: Motor: 50% Mobil: 25% Bus: 15% Kereta: 10% Data tersebut dapat ditampilkan dalam diagram lingkaran sehingga setiap kategori memiliki bagian atau sektor sesuai persentasenya. Jika histogram cocok untuk melihat distribusi data numerik, diagram batang untuk membandingkan kategori, dan ogive untuk frekuensi kumulatif, diagram lingkaran lebih cocok untuk menunjukkan proporsi terhadap keseluruhan. Cara Cepat Membedakan Jenis Diagram Agar tidak tertukar saat mengerjakan soal, gunakan aturan sederhana ini: Histogram β†’ distribusi data numerik Diagram batang β†’ perbandingan kategori Diagram garis β†’ perubahan atau tren Poligon frekuensi β†’ distribusi frekuensi menggunakan titik tengah kelas Ogive β†’ frekuensi kumulatif Diagram lingkaran β†’ proporsi atau persentase Jadi, apabila soal memberikan data berupa rentang nilai dan frekuensi, histogram atau poligon frekuensi

πŸ’¬ Butuh bantuan?
1