Jamboard, Papan Tulis Digital Interaktif dan Alternatif Terbaiknya

Blog ClickUp – Di era digital saat ini, kolaborasi jarak jauh dan kerja tim secara real-time menjadi kebutuhan utama bagi banyak individu dan organisasi. Salah satu alat yang populer untuk mendukung kolaborasi visual adalah papan tulis digital atau whiteboard virtual. Jamboard adalah salah satu inovasi Google yang hadir sebagai papan tulis digital interaktif untuk memudahkan brainstorming, diskusi, dan pembelajaran secara online maupun offline. Sejak Oktober 2024, Google resmi menghentikan layanan Jamboard, sehingga pengguna perlu mencari alternatif yang tidak hanya mampu menggantikan fungsi Jamboard, tetapi juga menawarkan fitur lebih lengkap dan fleksibel. Salah satu solusi terbaik yang direkomendasikan adalah ClickUp, platform manajemen kerja yang juga menyediakan fitur whiteboard virtual canggih. Apa Itu Jamboard? Jamboard adalah papan tulis digital interaktif yang dikembangkan oleh Google untuk mendukung kolaborasi secara real-time. Dengan Jamboard, pengguna dapat menggambar, menulis, dan menambahkan catatan tempel (sticky notes) pada layar virtual, mirip dengan papan tulis fisik yang biasa digunakan di ruang rapat atau kelas. Jamboard dirancang untuk memudahkan berbagai aktivitas seperti brainstorming ide, diskusi kelompok, pembelajaran jarak jauh, dan presentasi interaktif. Integrasi Jamboard dengan Google Workspace memungkinkan pengguna mengakses dan menyimpan hasil kerja secara digital, serta berkolaborasi dengan mudah menggunakan aplikasi Google lainnya seperti Docs, Slides, dan Sheets. Fitur dan Manfaat Jamboard Sebelum dihentikan, Jamboard menawarkan berbagai fitur unggulan yang membuatnya populer, antara lain: Google mengumumkan penghentian layanan Jamboard pada Oktober 2024 sebagai bagian dari strategi pengembangan produk mereka. Hal ini membuat pengguna Jamboard harus mencari solusi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan kolaborasi visual dan manajemen kerja secara efektif. ClickUp: Alternatif Whiteboard Virtual Terbaik Pengganti Jamboard Sebagai solusi pengganti Jamboard, ClickUp hadir dengan fitur whiteboard virtual yang tidak hanya memungkinkan kolaborasi visual, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai fungsi manajemen proyek dan tugas. Berikut alasan mengapa ClickUp menjadi pilihan tepat: Fitur Unggulan ClickUp Whiteboard Manfaat Menggunakan ClickUp sebagai Pengganti Jamboard Aspek Google Jamboard (Sebelum 2024) ClickUp Whiteboard (Alternatif) Kolaborasi Real-Time Ya Ya Integrasi dengan Tools Google Workspace Manajemen Proyek, Dokumen, Kalender, Chat Fitur Manajemen Tugas Terbatas Lengkap, terintegrasi dengan whiteboard Template Whiteboard Terbatas Beragam dan dapat disesuaikan Akses Multi-Platform Ya Ya, dengan aplikasi mobile dan desktop Keamanan dan Skalabilitas Standar Google Tinggi, cocok untuk bisnis dari skala kecil hingga besar Dukungan dan Update Dihentikan Aktif dan terus dikembangkan Kesimpulan Jamboard adalah inovasi papan tulis digital yang memudahkan kolaborasi visual, namun dengan penghentian layanannya sejak Oktober 2024, pengguna perlu beralih ke solusi yang lebih modern dan komprehensif. ClickUp hadir sebagai alternatif whiteboard virtual yang tidak hanya menggantikan fungsi Jamboard, tetapi juga menawarkan fitur manajemen kerja lengkap yang mendukung produktivitas tim secara menyeluruh. Dengan ClickUp, Anda dapat terus melakukan brainstorming, diskusi, dan perencanaan secara interaktif dan efisien, tanpa kehilangan kemudahan dan fleksibilitas yang Anda dapatkan dari Jamboard. Jangan biarkan penghentian Jamboard menghambat kolaborasi tim Anda beralihlah ke ClickUp dan rasakan kemudahan kerja modern yang terintegrasi. Mulai sekarang, tingkatkan kolaborasi tim Anda dengan ClickUp, solusi whiteboard virtual dan manajemen kerja yang lengkap dan terpercaya. Coba gratis dan buktikan sendiri kemudahannya!
Kenali 4 Tahapan dari Product Life Cycle

Pengelolaan sebuah proyek tentunya tidaklah mudah, seorang project manager perlu untuk memahami beragam aspek. Salah satu aspek yang perlu dipahami adalah menentukan product life cycle. Sebab, adanya product life cycle merupakan tahapan secara menyeluruh tentang pengembangan produk dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, pada artikel ini akan menjelaskan secara detail tentang product life cycle. Apa Yang Dimaksud Dengan Product Life Cycle? Product Life Cycle adalah sebuah kerangka kerja yang dilalui pada setiap proyek. Biasanya pada tahap ini proyek akan dikelola secara menyeluruh mulai dari awal hingga proyek tersebut berhasil. Pada tahap ini akan dibantu oleh seorang Project Manager (PM) yang akan merencanakan hingga mengendalikan keberlangsungan proyek. Itu berarti, seorang PM akan membuat kerangka kerja mulai dari perancangan, pengimplementasian, hingga penutupan. Namun, pada lapangan akan mengalami perubahan yaitu terdapat tambahan berupa pemantauan ataupun pengontrolan. Melaui ada penambahan tersebut, harapannya proyek akan selalu dapat dikendalikan berdasarkan hal yang telah direncanakan pada awal. Mengapa Perlu Memahami Product Life Cycle? Agar mempermudah dalam pengelolaan proyek memahami sebuah product life cycle dapat membuat strategi dalam pengerjaan proyek tersebut. Selain itu, product life cycle juga digunakan untuk: 1. Strategi Yang Tepat Adanya Product Life Cycle (PLC) dapat membantu dalam pembuatan strategi yang tepat. Terutama pada mengendalikan proyek yang besar. Sebab, pada product life cycle ini biasanya proyek akan dikelola mulai dari awal hingga akhir produksi. Itu berarti, proyek akan lebih mudah dikelola dengan strategi yang dibuat berdasarkan data. 2. Membuat Rencana Jangka Panjang Selain membuat strategi yang tepat, product life cycle juga dapat membantu dalam pembuatan rencana jangka panjang. Sebab, dengan pemahaman product menyeluruh ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan pengerajaan suatu proyek. 3. Mengelola Sumber Daya Yang Efektif Product life cycle juga digunakan karena dapat mengelola sumber daya yang efektif seperti peralatan, tenaga kerja hingga teknologi yang akan digunakan. Misal saja dalam pengembangan proyek pengembangan website, product tersebut merlukan tenaga kerja seperti UI/UX. Sehingga, dengan adanya PLC ini akan membantu dalam menyediakan beberapa hal yang menjadi kebutuhan dalam pengerjaan proyek. 4. Mendorong Inovasi Selanjutnya product life cyrcle juga dapat mendorong inovasi dari setiap project yang telah dibuat. Misal saja perusahaan telah menciptakan sebuah landing page website, namun dalam perjalanannya website tersebut akan mendapatkan penambahan fitur. Sehingga, sangat penting untuk memahami PLC ini, terutama sebagai langkah yang efektif untuk dapat beradaptasi dengan tren di pasar. 5. Dampak Ekonomi Positif Product life cycle juga berperan dalam mewujudkan dampak ekonomi positif, hal ini karena pemahaman mendalam setiap tahap dari pengerjaan sebuah proyek akan mendorong terus untuk inovasi. Sehingga produk yang nantinya akan dihasilkan akan dapat mencegah product untuk ketinggalan zaman. Bagaimana Tahapan Pada Product Life Cycle? Pada dasarnya, sebuah proyek yang dihasilkan tentunya memiliki tantangan tersendiri. Sehingga perlu adanya pemahaman tentang tahapan dari Product Life Cycle: 1. Tahapan Inisiasi Pada tahapan inisiasi ini, proyek akan dimulai dengan identifikasi segala hal yang dibutuhkan. Biasanya pada tahapan ini, nantinya perusahaan akan membuat sebuah dokumen yang berisi tentang tujuan, prioritas pengerjaan, maupun resiko yang akan dihadapinya. 2. Tahapan Perencanaan Selanjutnya akan dilanjutkan ke tahap perencanaan, pada tahap perencanan nantinya akan dibuat sebauat rencana besar untuk pengerjaan proyek mulai dari tugas, timeline hingga anggaran yang akan digunakan pada proyek tersebut. 3. Tahapan Implementasi Setelah semuanya dipersiapkan secara detail, nantinya proyek tersebut akan masuk kedalam pada tahapan implementasi. Pada tahapan ini, nantinya tim yang bergabung dalam penyelesaian proyek tersebut akan melakukan pengimplemtasian berdasarkan peran dan tanggung jawabnya pada pengerjaan product. Untuk dapat terciptanya proyek yang sesuai dengan rancangan, sangat penting untuk dapat melakukan komunikasi maupun koordinasi bersama tim. Dengan demikian, proyek akan dapat terselesaikan sesuai dengan perencanaan diawal. 4. Tahapan Penutupan Proyek Setelah proyek selasai dengan tujuan diawal, maka proyek akan memasuki tahapan penutupan proyek. Biasanya pada tahapan itu, proyek yang sudah sesuai dan berhasil dilaunching keluar ke publik, maka seluruh kegiatan proyek dianggap telah selesai. Jangan lupa, pada akhir penyelsaian project ini sangat penting untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Dengan demikian, nantinya hasil dari evaluasi yang dilakukan akan dapat ditingkatkan pada proses dimasa depan. Kesimpulan Product Life Cycle (PLC) sangatlah penting dalam pengelolaan suatu proyek. Sebab, adanya PLC ini memungkinkan perusahaan dapat membuat strategi yang tepat serta mendorong inovasi. Dalam penggunaan PLC tentunya tidaklah mudah, sehingga perlu untuk memahami tahapan-tahapan yang sesuai seperti inisiasi, perencanaan, pengimplementasian, hingga tahapan penutupan proyek.